Menanam Benih Kepemimpinan Sadar Hutan

Oleh : Joko Guntoro

Beberapa bulan lalu, tepatnya dari awal hingga akhir Agustus 2008, kebetulan saya menemani seorang mahasiswa peneliti sekaligus sukarelawan dalam program ekowisata. Namanya Anett Kirchbichler. Ia mahasiswa dari salah satu universitas di Kota Erfut, Jerman, jurusan konservasi. Ia bermaksud melakukan penjajagan terhadap program ini untuk bahan tesisnya sekaligus ikut bekerja sukarela mengembangkan program, baik dari segi saran pemikiran maupun tenaga. Selama sebulan tersebut, kami bekerja bersama kelompok penduduk lokal, mulai dari pembuatan taman sederhana di halaman pondok dengan menanam tanaman dari hutan, memperbaiki kerapian bangunan hingga saling belajar bahasa masing-masing. Anett belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Karo. Sedangkan saya dan penduduk lokal belajar Bahasa Inggris dan Jerman. Proses tersebut dalam suasana ceria, tawa walau cukup melelahkan bagi semuanya. Continue reading “Menanam Benih Kepemimpinan Sadar Hutan”

Advertisements

MENATAP MASA DEPAN PENYU LAUT SEBAGAI SALAH SATU PENYANGGA KEHIDUPAN MANUSIA

Oleh: Joko Guntoro*

Tubuhnya besar. Beratnya bisa mencapai hingga ratusan kilogram. Jalannya sangat lambat, terseok-seok di atas pasir. Ia mendarat ke pantai hanya untuk bertelur. Dalam 1 periode (biasanya 2 minggu), ia bisa naik ke pantai 4-6 kali untuk bertelur. Namun, tidak setiap kali ia naik ke pantai ia akan bertelur. Dari sekitar 6 kali pendaratan, mungkin ia hanya 1-2 kali bertelur. Bahkan, mungkin tidak bertelur sama sekali. Dalam sekali bertelur bisa ratusan butir. Namun, dari ratusan butir telur yang menetas menjadi tukik (anak penyu), hanya sebagian kecil saja yang dapat dewasa dan bertelur. Ia merupakan salah satu satwa warisan zaman purbakala.

Continue reading “MENATAP MASA DEPAN PENYU LAUT SEBAGAI SALAH SATU PENYANGGA KEHIDUPAN MANUSIA”

Diskriminasi, Mungkinkah Diakhiri?

Oleh : Joko Guntoro*

Kita hidup tidak hanya berdampingan, tetapi juga di dalam dunia yang diskriminatif. Kita mengalir bersama arus kehidupan yang diskriminatif. Kita tidak hanya hanyut bersama pola kehidupan yang demikian, tetapi justru banyak di antara kita yang mengkreasikan arus kehidupan yang membeda-bedakan sikap, tindakan, perilaku berdasarkan pada perbedaan karakteristik suku, agama, ras, ciri-ciri fisik – misalnya saja dengan apa yang kita namakan kaum cacat – tersebut. Ironisnya, perilaku ini sering bersarang dalam rasionalitas kita. Ini adalah satu tragedi kemanusiaan manusia modern.
Continue reading “Diskriminasi, Mungkinkah Diakhiri?”

Dampak Pengembangan Ekowisata Terhadap Community Development

Tulisan ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti periode Juli-Agustus 2007. Penelitian ini berlokasi di salah satu wilayah yang termasuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Kabupaten Aceh Tamiang. Continue reading “Dampak Pengembangan Ekowisata Terhadap Community Development”

Kesejahteraan Warga Republik Dalam Transisi

Oleh : Joko Guntoro*

“Tanah air ku aman dan makmur, Pulau kelapa nan amat subur…” (cuplikan lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa)

“Sekarang bayar ujian Rp 370.000. Belum keliatan duitnya dari mana. Pengennya sih sekolah diterusin, tapi kayaknya nggak sanggup… Sayang, pada putus sekolah. Tapi duitnya memang nggak ada. Terpaksa. Mau nyari bantuan, ke mana? Sedih, sih sedih! Tapi apa boleh buat, nggak ada ongkos.”(Desylanhi, Liza, Perempuan-perempuan Kereta, download dari www.vhrmedia.net) Continue reading “Kesejahteraan Warga Republik Dalam Transisi”

CSR Sebagai Community Development?

Oleh : Joko Guntoro*

Istilah CSR (Corporate Social Responsibility) atau sering diterjemahkan menjadi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan semakin ekstensif digunakan oleh berbagai kalangan : akademisi, aktivis sosial (LSM) dan terutama dari kalangan bisnis (sektor privat). Istilah ini bergerak menjadi trend bisnis terutama korporasi besar dan transnasional. Bahkan beberapa waktu lalu, CSR telah diregulasikan di Indonesia. Ini tentu terobosan yang berani sebab isu CSR di lingkup internasional masih dalam pertarungan antara mereka yang menghendaki voluntary yang lebih mengedepankan pendekatan moral dan mereka yang menghendaki agar CSR diwajibkan karena pendekatan moral dianggap tidak cukup mampu untuk mencegah perusahaan melakukan tindakan yang tidak etis. Continue reading “CSR Sebagai Community Development?”

Akses Terhadap Air dan Sanitasi : Ketertinggalan Masyarakat Desa/Hutan

Oleh : Joko Guntoro*

“Kesadaran sebagai legitimasi dalam menentukan sebuah tindakan manusia terletak dalam bangunan kesadaran terhadap hubungan timbal balik yang bersifat ekonomis” (Juergen Habermas, Krisis Legitimasi)

Pada tanggal 22 Maret 2008 ini, kita kembali memperingati hari air sedunia untuk ke lima belas kalinya. Peringatan “Hari Air Dunia” untuk pertama kalinya ditetapkan pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 melalui Resolusi Nomor 147/1993 ketika diterimanya Agenda 21 oleh negara-negara anggota PBB. Latar belakang penetapan dan pentingnya peringatan “Hari Air Dunia” adalah adanya permasalahan air akibat pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak berkelanjutan. Pada tahun 2007 kemarin tema yang diusung adalah “Mengatasi Kelangkaan Air”. Sedangkan tahun ini adalah “tema yang diusung untuk memperingati hari air sedunia adalah “internatonal year of sanitation”. Continue reading “Akses Terhadap Air dan Sanitasi : Ketertinggalan Masyarakat Desa/Hutan”